Rishela's Blog

kereta nirwana sang senja

Sapaan pertama…

Teduh

Kujejakan namamu di ruang hatiku

Berharap itulah torehan terakhir dari seluruh perjalananku

Aku hanyalah sang hawa yang sahaja

Yang menawarkan keteduhan pada hati rapuhmu

Hanya padamu aku menggapai harapan

Harapan yang pernah pudar dari mindaku

Meskipun mungkin ragumu tiada pernah berujung

Izinkanku selami semula ruang hatimu

Izinkan aku mengiringi malam-malammu dengan cintaku

Melenakan jiwamu yang telah gersang

Izinkan aku merasakan deburan ceriamu

Agar semisal ajal menari di sampingku

Tenang kuhampakan ragaku di sisimu


Bagian 1


Puisi berjudul “Teduh” rampung tertoreh dalam catatan harian Ella, hatinya yang merindu membuat dawaian puisi itu terasa begitu melilit pikirannya hingga tangis pun mengiringi akhir goresan tinta itu.

Genggaman erat Ella pada pena perak bermotifkan kupu-kupu yang digunakannya pun kembali dimasukkan ke dalam kotak pensil hitam berbahan beludru yang baru saja dia ambil dari dalam laci meja kerjanya. Setelah Ella merapihkan alat tulisnya, Ella pun kembali duduk di sofa yang berada dekat dengan meja kerjanya.

Kepenatan akan setumpuk pekerjaan hari ini cukup menambah keletihan pikirannya, sepintas Ella menatap ke arah figura persegi yang berada tepat di atas meja kerjanya dan senyum simpul pun sedetik menghiasi wajah lelahnya yang bertiraikan air mata.

Seakan tak peduli akan tumpukkan desain baju, laptop dan juga beberapa benda lainnya yang berserakan di atas permukaan meja tersebut, Ella terus saja menatap sayuh ke arah figura yang membungkus rapi foto mantan kekasihnya itu.

Senyuman indah Angga, mantan kekasih Ella, selalu menghadirkan kerinduan yang dalam untuknya. Sekejap sapuan kenangan indah bersama mantan kekasihnya dulu kembali teruntai di benaknya, entah sampai kapan Ella terus seperti itu, tak pernah menghapus Angga dari ingatannya dan tak pernah sedetikpun Ella berpikir untuk membuang foto yang menjadi bagian dari meja kerjanya itu setelah hampir lebih dari 3 tahun, terhitung dari saat dia masih menjalin kasih dengan Angga hingga Ella terpaksa menerima keputusan Angga untuk menyudahi hubungan mereka.

Setelah cukup lama Ella memandangi wajah mantan kekasihnya itu, Ella pun beranjak meninggalkan ruang kerjanya dan menuju kamar mandi. Ella merebahkan tubuhnya dalam balutan air hangat yang tergenang dalam bathub, aroma terapi yang sengaja Ella bubuhkan dalam air itu membuat pikirannya semakin tenang dan sedikit demi sedikit melenyapkan kepenatan yang ia rasakan.

Yah, hanya itu yang mampu membuatnya tenang saat ini, saat dimana dia merindukan mantan kekasihnya yang sudah memutuskannya 2 tahun lalu. Ternyata tidak mudah baginya untuk melupakan sosok Angga yang begitu ia cintai, namun biar pun Ella tidak mampu melupakan Angga, Ella tidak pernah memaksakan mantan kekasihnya itu untuk kembali padanya.

Bahkan setelah 3 tahun berlalu, Ella lebih memilih sendiri dan membiarkan dirinya tenggelam dalam kesibukannya, karena jauh di dalam lubuk hatinya, Ella belum menemukan seseorang yang membuatnya jatuh cinta dan mampu menggantikan posisi Angga dalam hatinya.

Hmm..

Baju tidur berwarna ungu, senada dengan warna seprai pada tempat tidurnya, sudah membalur tubuh Ella dan dia pun sudah siap untuk mengakhiri malam ini dengan mengarungi alam mimpi, namun seperti malam-malam biasanya, Ella selalu menyempatkan untuk menyalakan musik instrumental sebagai obat yang ampuh ketika kelelapan begitu sulit ia capai. Lembutnya lantunan musik itu pun akhirnya mampu membuat Ella terlelap dan membuatnya melupakan sejenak kepenatan hari itu.

-bersambung-

2 Comments»

  tolearnfree wrote @

neng gelis, dtnggu ya klnjutan critanya. ^^

  rishela wrote @

iya beib.. nanti aku lanjutin yahn..hihihi


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: