Rishela's Blog

kereta nirwana sang senja

Riakan Rindu

Aku menghela napas panjang mencoba mengatakan kepada diri sendiri bahwa aku tidak menyetujui rasa ini…
Rindu yang beriak membuatku lemah…
Aku hanya mampu memeluk erat kedua lututku dan membenamkan wajahku di sana…

Usaha canggungku untuk membohongi diri sendiri begitu menyiksaku…
Semakin kuabaikan rindu itu, riakannya semakin menderu beradu dengan isakkan tangisku…
Entah mengapa, seketika kurasa benakku merangkul aroma tubuhmu yang menawarkan selaksa rindu…
Sekejap tubuhku terhuyung dan perlahan  berbaring di tumpukkan resah…
Kutenangkan jiwaku di ruangan segelap tinta ini dan mulai mendengarkan hatiku berujar…
Seharusnya aku tidak menganggap kesendirian begitu menyenangkan…

Namun,
Ketika kulantunkan kerinduan itu, sekali lagi kurasakan kepanikan dan kebingungan menyeretku..

Kali ini hatiku berteriak kencang…!!!
Siapa aku? Pantaskah rindu ini kualamatkan padanya?!


Nada pahit dari hatiku itu membuatku tersadar akan siapa aku sekarang…

No comments yet»

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: