Rishela's Blog

kereta nirwana sang senja

Mau nipu malah ketipu..

Siang ini aku dan sahabatku “Bram”  berniat untuk bertemu lagi setelah lebih dari 6 bulan lamanya kita tidak bertemu… Bram adalah sahabat baikku, kita sering sekali berbagi cerita mengenai pengalaman hidup kita dan cukup banyak pelajaran yang aku dapatkan dari pengalaman yang diceritakan oleh Bram.. Walaupun terkadang Bram terlalu terbuka menceritakan segala sesuatu yang dia alami, tapi bagiku itulah Bram… Pria yang mempunyai banyak pengalaman tentang kehidupan percintaannya…

Teng… waktu menunjukkan pukul 1 siang, handphone aku berbunyiii.. dan yupp Bram calls.. ternyata dia sudah sampai di depan jalan kostanku.. Setelah aku menuju mobilnya, Bram dengan wajah yang sedikit tersipu menyunggingkan senyumnya dan menjabat erat tanganku sambil menyapaku dengan ramah ‘akhirnya kita ketemu lagi’… Aku pun menyambut tangannya dan tak lupa membubuhkan  senyuman di wajahku.. Sambil membukakan pintu untukku, Bram banyak bercanda dan bercerita.. Akhirnya kita sampai di salah satu resto untuk menikmati makan siang.. setelah kita menikmati makan siang, Bram mulai bercerita tentang apa saja yang dia alami selama kita tidak bertemu… lagi-lagi tidak jauh dari kisah percintaannya.. hahahhaha.. Bram memang tidak banyak berubah.. Selain berat badannya yang bertambah 15kg dan kulitnya yang agak mencoklat dikarenakan udara yang panas di kampung halamannya…

Tidak terasa waktu begitu cepat bergulir dan Bram pun harus mengantarkan aku kembali ke kostan dikarenakan aku sudah menjadwalkan akan berangkat pada malam ini keluar kota.. Sewaktu kita menuju parkiran, tiba-tiba ada yang menelpon Bram.. Aku sempat menanyakan siapa penelpon itu dan dengan suara sedikit mengecil Bram berkata ‘aku ga tau siapa’ tapi sang penelpon itu tidak berhenti bercakap-cakap dengan Bram.. Akhirnya Bram menekan tombol loud speaker dan kita pun sama-sama mendengarkan untaian kalimat yang disampaikan oleh penelpon itu…

Sang penelpon menyatakan bahwa Bram memenangkan sebuah undian dari salah satu provider yang bernilai 10juta Rupiah dan voucer senilai 1 juta rupiah.. sontak aku dan Bram merasakan adanya kejanggalan dari sang penelpon, dikarenakan melihat fakta bahwa belakangan ini banyak sekali penipuan yang terjadi bermotif memenangkan sebuah undian bernilai jutaan Rupiah dan setelah para pemenang yang terkecoh dapat dibohongi, uang mereka sendiri yang malah habis direnggut oleh penelpon misterius tersebut…

Mengingat hal itu, aku dan Bram berniat balik mengerjai sang penelpon… Sang penelpon awalnya menanyakan kartu ATM apa yang digunakan oleh Bram dan saat itu juga Bram langsung memberikan nama bank dari kartu ATM tersebut… tak puas sampai di situ, sang penelpon meminta Bram untuk menyebutkan nomor rekening dari kartu ATM itu. Dengan tanpa terbata-bata Bram langsung menyebutkan urutan angka yang tertera pada kartu ATMnya itu.. Aku sempat memarahi Bram ketika dia mendadak memberikan nomor rekening dari kartu ATMnya tersebut.. Tapi Bram meredam marahku dengan mengeluarkan bahasa isyarat, jari telunjuknya bersatu dengan jari jempol sehingga membentuk suatu bulatan… aku pun memahami makna isyarat itu, Bram menyatakan dalam gerak tangannya bahwa ATM itu kosong…

Permainan pun dimulai, sang penelpon meminta Bram untuk segera ke salah satu ATM untuk melihat apakah hadiah bernilai jutaan Rupiah itu sudah berpindah buku… Bram segera melajukan mobilnya hingga tiba di salah satu ATM galery di situ sang penelpon menelponnya kembali lalu sempat meminta Bram untuk mengikuti petunjuk yang dia berikan… lucunya tiba-tiba ketika sang penelpon menanyakaan berapa jumlah uang yang ada di rekening Bram.. Bram pun menolak untuk memberitahukan dikarenakan Bram menilai bahwa itu adalah hak si penabung.. Aku terus menemani Bram dan berusaha memastikan bahwa dia tidak terkena tipuan dari sang penelpon misterius itu… Benar saja, ketika Bram tidak mau menyebutkan jumlah uang yang ada pada rekeningnya, sang penelpon naik pitam… dia memaki Bram dan menyuruh Bram untuk segera pergi dari ATM galery tersebut. Bram tidak tinggal diam, Bram pun mulai memainkan lantunan nama-nama hewan dan membuat penelpon itu geram dan jera untuk mengerjai orang lain. Tampak ada kemarahan besar yang dituangkan oleh Bram ketika tahu bahwa sang penelpon tidak lebih hanyalah orang tolol yang berusaha menipu seorang aparat.. Kita pun sempat menertawakan sang penelpon dikarenakan dia begitu kesal dan Bram pun berkata ‘udah lah lo tutup aja telponnya, sayang pulsa lo… udah abis tapi ga dapet hasil apa-apa.. oia, suara lo udah gw rekam dan no.hp ini udah gw lacak keberadaannya, jadi gw harap lo bisa kapok untuk ngerjain orang lagi yah.. dasar tolol..’ klik… sang penelpon pun ketakutan dan segera mengakhiri perbincangan yang panas itu…

hmmm… memang siii kehidupan makin sulit dikarenakan segala sesuatu memerlukan uang yang tidak sedikit jumlahnya, tapi bukan berarti cara itu adalah jalan terakhir yang patut diandalkan..

“Orang itu tidak mungkin ditaruh dalam suatu keadaan dimana dia tidak mampu menyelesaikannya. Berarti orang yang ditaruh dalam keadaan sulit itu adalah orang hebat. Tidak mungkin orang biasa akan bisa tahan dalam keadaan sulit yang melebihi kemampuannya.” -Mario Teguh-

No comments yet»

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: