Rishela's Blog

kereta nirwana sang senja

Lantunan Decak Hatiku

Senja itu..

Dahulu, Senja itu yang cahayanya pada ruang gelap ini

Senja itu menghantarkan pesonanya

Senja itu membuai asaku

Namun kini..

Senja itu bermusuhan dengan langit lapuk

Langit lapuk yang geram

Yang  memaksanya untuk enyah

Enyah dari langit lapuk itu

Sertamerta

Rembulan yang terang menyambar langit lapuk itu

Langit yang sempat dihuni oleh Senja

Redup kini digantikan benderang

Cahayamu yang indah..

Telah menyinari ruang ini

Ruangan yang dahulu hanya disinari oleh redupnya sang Senja,

Bahkan kadang tak bercahaya

Saat ini kumohon

Wahai sang empunya cahaya

Janganlah kau rampas terang ini dari ruang redup itu

Ruang itu kini telah tenang

Tak lagi dirapuhkan oleh langit lapuk

Tak lagi diremukkan oleh sang penguasa pagi

Rembulan..

Ya..

Rembulan itulah yang menyelimuti ruang ini

Cahayanya yang kokoh menggantikan sang Senja redup

Saat ini..

Ruangan itu hiruk pikuk

Decakan meluap dari ruang sunyi itu

Jarang nian kudengar lantunannya

Seolah ruang itu telah terhentak dari tirai asanya dan menggantinya dengan tirai nyata

Ya..

Ruang itu kini mendentingkan iramanya

Seolah sedang merajut sebuah nyanyian

Nyanyian yang ditujukan untuk sang Rembulan

No comments yet»

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: