Rishela's Blog

kereta nirwana sang senja

Belajar Dari Sosok Bayi

Semalam saya mendapatkan pelajaran hidup dari teman saya.. yaitu belajar dari Sosok Bayi..

saat itu saya mengalami saat-saat yang cukup membuat hati saya gundah, saya bukannya tidak menyadari bahwa ada sesuatu yang salah dalam pemikiran saya selama ini, hanya saja saya tidak mau mengubah pola pikir saya itu.

pola pikir saya yang salah itu adalah tentang menjalin hubungan…

mengapa saya bilang salah, karena saya sudah beberapa kali mengalami kegagalan dalam membina suatu hubungan. Hal itu mungkin terlihat biasa, akan tetapi menjadi tidak biasa untuk temannya ketika dia mendengar cerita atau curhatan dari saya.

malam itu kita banyak berbagi, terutama mengenai pemikiran saya itu.. saya mengawalinya dengan mengatakan pada teman saya bahwa saya sedang bingung dengan hubungan saya dengan seorang pria.. saya bingung dikarenakan saya tidak tahu mau dibawa kemana hubungan kita nantinya.. lalu teman saya memberikan beberapa pertanyaan dan disitu pula dia menemukan hal yang salah dalam pemikiran saya.

sekilas perbincangan kami tentang pola pikirku yang salah itu:

Mr. A: “mengapa kamu bingung jika ditanya mau dibawa kemana hubungan percintaanmu??”

Me: “ya, saya bingung saja.. karena sejujurnya sampai detik ini saya belum yakin jika saya sudah benar-benar menyayangi pria itu.”

Mr. A: “apa yang membuatmu tidak yakin dengan perasaan sayangmu pada dia?”

Me: “karena saya sengaja untuk tidak terlalu sayang pada seseorang, terutama pria itu.”

Mr. A: “lantas kenapa kamu mau menjalin hubungan ini?”

Me: “mmm… saya bingung. yang jelas saya takut terlalu sayang pada seseorang.”

Mr. A: “kamu pernah patah hati?”

Me: “mmm.. yup! saya pernah dikhianati dan mulai detik itu saya sulit untuk menyayangi seseorang dan berusaha untuk benar-benar menjalin hubungan serius dengan seseorang.”

Mr. A: “berarti setelah kejadian itu, kamu mulai menjalin hubungan dengan para pria tidak berdasarkan rasa cinta? ”

Me: “saya cinta pada dia, tapi saya tidak mau terlalu sayang. saya takut kalau nantinya ketika saya sudah sangat menyayangi dia, saya malah dikhianati. saya juga takut kalau suatu hari nanti saya berpisah dengan dia, saya tidak bisa dengan mudah melupakan dirinya. oleh karena itu, setiap kali saya mulai menyayangi dia, saya berusaha untuk tidak memupuk perasaan itu. saya benar-benar takut untuk menyayangi dia.”

Mr. A: “kamu salah!! tidak seharusnya kamu berpikir seperti itu. kamu pernah bayi kan?”

Me: “Iya.. tapi apa hubungannya dengan bayi?”

Mr. A: “ketika kamu bayi, kamu pasti belajar berjalan. kamu tahu bagaimana prosesnya sampai kamu bisa jalan?”

Me: “Iya, cukup sulit.. ketika saya mulai merangkak, saya mencoba untuk meraih tangan ibu saya.

Setelah itu saya mencoba untuk melangkah.

tapi ketika ibu saya melepaskan genggamannya, saya mulai mencoba untuk melangkah sendiri dan saya mencoba untuk berjalan,

akan tetapi hal itu tidak berlangsung lama, saya mulai tergoyang dan jatuh. sakit rasanya ketika jatuh..

tapi setelah itu ibu saya langsung meraih dan memeluk saya untuk menenangkan saya.

kemudian dia mulai mengajarkan saya berjalan lagi sampai pada akhirnya saya mampu menapaki setiap langkah saya sampai detik ini.”

Mr. A: “Good!! sebenarnya seperti itu juga yang terjadi dalam hubungan percintaanmu.

ketika kamu mulai merangkak, hal itu sama ketika kamu belajar untuk mencintai seseorang.

ketika kamu mencoba untuk meraih tangan ibumu, saat itu kamu mencoba untuk mulai mengenal dirinya, dan

ketika kamu mulai mencoba untuk melangkah, itu sama halnya ketika kamu mulai pelan-pelan melangkah ke kehidupannya.

akan tetapi, ketika ibumu mulai melepaskan genggamannya dan kamu dibiarkan melangkah sendiri, saat itu adalah saat dimana kamu mulai dipercayakan untuk menjalin hubungan dengan seseorang.

ada saat dimana kamu menangis ketika kamu merasakan sakitnya dikhianati. tapi ingat.. Bayi belajar berjalan bukan tanpa rasa sakit saat dia jatuh dan bayi juga pada akhirnya bisa berjalan karena melalui proses tersebut.”

namun, ketika kamu mulai mencoba melangkah sendiri ada saat dimana kamu terjatuh dan sakit. hal ini berbicara tentang, ketika kamu menjalin hubungan. tidak selamanya hubungan itu akan berjalan mulus, pasti ada hal-hal yang membuatmu kecewa, yah.. seperti yang kamu bilang tadi. kamu dikhianati dan itu sakit.

tapi coba lihat lagi, ibumu meraih dan memelukmu ketika kamu mulai menangis kesakitan dan dia berusaha menenangkanmu. itu sama halnya dengan ketika kamu mulai putus asa dengan semuanya, ada sosok ibu yang bersedia untuk selalu menenangkan dirimu.

dan yang terakhir, ketika ibumu mulai mengajarkan dirimu untuk berjalan lagi dan akhirnya kamu bisa berjalan. hal ini berkaitan dengan ketika kamu mulai untuk belajar dari masa lalumu dan mulai untuk memperbaikinya dalam hubunganmu yang mendatang.

jadi kamu salah kalau kamu takut untuk merasakan sayang yang dalam pada seseorang dan kamu juga salah kalau kamu tidak tahu mau dibawa kemana hubungan yang sudah kamu jalani selama ini. kalau kamu seperti itu, kamu tidak akan pernah bisa mencintai dan menyayangi seseorang dan merasakan indahnya saling menyayangi.

sekarang coba kita bayangkan, kalau pada saat kamu bayi dan kamu belajar berjalan akan tetapi kamu terjatuh dan itu menjadi trauma untuk kamu. apa yang akan terjadi??

Me: “hmm.. saya tidak akan pernah bisa berjalan.”

Mr. A: “TEPAT SEKALI..!!!”

“Jadi kamu sudah mengerti??”

kalau kamu takut untuk belajar mencitai dan memupuk rasa sayangmu lagi. maka kamu sama halnya dengan bayi itu.. kamu tidak pernah bisa bergerak maju, yang ada hanyalah rasa takut untuk kembali melangkah dan kamu tidak akan pernah berhasil berjalan.

Me: “hmm.. (sambil menghela napas panjang).. saya benar-benar tidak menyadari hal itu.. ternyata selama ini saya salah..”

Mr. A: “Nice…. kamu harus berusaha yah! ingat belajarlah dari sosok bayi itu…”

nah, itulah perbincangan kami pada saat itu..

hal yang bisa saya simpulkan ialah, ternyata saya salah jika saya menahan rasa sayang itu dan tidak mengijinkan dia bertumbuh dan berkembang. saya juga salah jika saya tidak mencoba untuk menyayangi dirinya dengan sepenuh hati..

hmm… maafkan aku kekasihku, tapi aku berjanji… mulai detik ini aku tidak akan lagi menghambat rasa sayang itu untuk berkembang dalam ruang-ruang hatiku.

No comments yet»

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: