Rishela's Blog

kereta nirwana sang senja

Archive for September 15, 2009

Belajar Dari Sosok Bayi

Semalam saya mendapatkan pelajaran hidup dari teman saya.. yaitu belajar dari Sosok Bayi..

saat itu saya mengalami saat-saat yang cukup membuat hati saya gundah, saya bukannya tidak menyadari bahwa ada sesuatu yang salah dalam pemikiran saya selama ini, hanya saja saya tidak mau mengubah pola pikir saya itu.

pola pikir saya yang salah itu adalah tentang menjalin hubungan…

mengapa saya bilang salah, karena saya sudah beberapa kali mengalami kegagalan dalam membina suatu hubungan. Hal itu mungkin terlihat biasa, akan tetapi menjadi tidak biasa untuk temannya ketika dia mendengar cerita atau curhatan dari saya.

malam itu kita banyak berbagi, terutama mengenai pemikiran saya itu.. saya mengawalinya dengan mengatakan pada teman saya bahwa saya sedang bingung dengan hubungan saya dengan seorang pria.. saya bingung dikarenakan saya tidak tahu mau dibawa kemana hubungan kita nantinya.. lalu teman saya memberikan beberapa pertanyaan dan disitu pula dia menemukan hal yang salah dalam pemikiran saya.

sekilas perbincangan kami tentang pola pikirku yang salah itu:

Mr. A: “mengapa kamu bingung jika ditanya mau dibawa kemana hubungan percintaanmu??”

Me: “ya, saya bingung saja.. karena sejujurnya sampai detik ini saya belum yakin jika saya sudah benar-benar menyayangi pria itu.”

Mr. A: “apa yang membuatmu tidak yakin dengan perasaan sayangmu pada dia?”

Me: “karena saya sengaja untuk tidak terlalu sayang pada seseorang, terutama pria itu.”

Mr. A: “lantas kenapa kamu mau menjalin hubungan ini?”

Me: “mmm… saya bingung. yang jelas saya takut terlalu sayang pada seseorang.”

Mr. A: “kamu pernah patah hati?”

Me: “mmm.. yup! saya pernah dikhianati dan mulai detik itu saya sulit untuk menyayangi seseorang dan berusaha untuk benar-benar menjalin hubungan serius dengan seseorang.”

Mr. A: “berarti setelah kejadian itu, kamu mulai menjalin hubungan dengan para pria tidak berdasarkan rasa cinta? ”

Me: “saya cinta pada dia, tapi saya tidak mau terlalu sayang. saya takut kalau nantinya ketika saya sudah sangat menyayangi dia, saya malah dikhianati. saya juga takut kalau suatu hari nanti saya berpisah dengan dia, saya tidak bisa dengan mudah melupakan dirinya. oleh karena itu, setiap kali saya mulai menyayangi dia, saya berusaha untuk tidak memupuk perasaan itu. saya benar-benar takut untuk menyayangi dia.”

Mr. A: “kamu salah!! tidak seharusnya kamu berpikir seperti itu. kamu pernah bayi kan?”

Me: “Iya.. tapi apa hubungannya dengan bayi?”

Mr. A: “ketika kamu bayi, kamu pasti belajar berjalan. kamu tahu bagaimana prosesnya sampai kamu bisa jalan?”

Me: “Iya, cukup sulit.. ketika saya mulai merangkak, saya mencoba untuk meraih tangan ibu saya.

Setelah itu saya mencoba untuk melangkah.

tapi ketika ibu saya melepaskan genggamannya, saya mulai mencoba untuk melangkah sendiri dan saya mencoba untuk berjalan,

akan tetapi hal itu tidak berlangsung lama, saya mulai tergoyang dan jatuh. sakit rasanya ketika jatuh..

tapi setelah itu ibu saya langsung meraih dan memeluk saya untuk menenangkan saya.

kemudian dia mulai mengajarkan saya berjalan lagi sampai pada akhirnya saya mampu menapaki setiap langkah saya sampai detik ini.”

Mr. A: “Good!! sebenarnya seperti itu juga yang terjadi dalam hubungan percintaanmu.

ketika kamu mulai merangkak, hal itu sama ketika kamu belajar untuk mencintai seseorang.

ketika kamu mencoba untuk meraih tangan ibumu, saat itu kamu mencoba untuk mulai mengenal dirinya, dan

ketika kamu mulai mencoba untuk melangkah, itu sama halnya ketika kamu mulai pelan-pelan melangkah ke kehidupannya.

akan tetapi, ketika ibumu mulai melepaskan genggamannya dan kamu dibiarkan melangkah sendiri, saat itu adalah saat dimana kamu mulai dipercayakan untuk menjalin hubungan dengan seseorang.

ada saat dimana kamu menangis ketika kamu merasakan sakitnya dikhianati. tapi ingat.. Bayi belajar berjalan bukan tanpa rasa sakit saat dia jatuh dan bayi juga pada akhirnya bisa berjalan karena melalui proses tersebut.”

namun, ketika kamu mulai mencoba melangkah sendiri ada saat dimana kamu terjatuh dan sakit. hal ini berbicara tentang, ketika kamu menjalin hubungan. tidak selamanya hubungan itu akan berjalan mulus, pasti ada hal-hal yang membuatmu kecewa, yah.. seperti yang kamu bilang tadi. kamu dikhianati dan itu sakit.

tapi coba lihat lagi, ibumu meraih dan memelukmu ketika kamu mulai menangis kesakitan dan dia berusaha menenangkanmu. itu sama halnya dengan ketika kamu mulai putus asa dengan semuanya, ada sosok ibu yang bersedia untuk selalu menenangkan dirimu.

dan yang terakhir, ketika ibumu mulai mengajarkan dirimu untuk berjalan lagi dan akhirnya kamu bisa berjalan. hal ini berkaitan dengan ketika kamu mulai untuk belajar dari masa lalumu dan mulai untuk memperbaikinya dalam hubunganmu yang mendatang.

jadi kamu salah kalau kamu takut untuk merasakan sayang yang dalam pada seseorang dan kamu juga salah kalau kamu tidak tahu mau dibawa kemana hubungan yang sudah kamu jalani selama ini. kalau kamu seperti itu, kamu tidak akan pernah bisa mencintai dan menyayangi seseorang dan merasakan indahnya saling menyayangi.

sekarang coba kita bayangkan, kalau pada saat kamu bayi dan kamu belajar berjalan akan tetapi kamu terjatuh dan itu menjadi trauma untuk kamu. apa yang akan terjadi??

Me: “hmm.. saya tidak akan pernah bisa berjalan.”

Mr. A: “TEPAT SEKALI..!!!”

“Jadi kamu sudah mengerti??”

kalau kamu takut untuk belajar mencitai dan memupuk rasa sayangmu lagi. maka kamu sama halnya dengan bayi itu.. kamu tidak pernah bisa bergerak maju, yang ada hanyalah rasa takut untuk kembali melangkah dan kamu tidak akan pernah berhasil berjalan.

Me: “hmm.. (sambil menghela napas panjang).. saya benar-benar tidak menyadari hal itu.. ternyata selama ini saya salah..”

Mr. A: “Nice…. kamu harus berusaha yah! ingat belajarlah dari sosok bayi itu…”

nah, itulah perbincangan kami pada saat itu..

hal yang bisa saya simpulkan ialah, ternyata saya salah jika saya menahan rasa sayang itu dan tidak mengijinkan dia bertumbuh dan berkembang. saya juga salah jika saya tidak mencoba untuk menyayangi dirinya dengan sepenuh hati..

hmm… maafkan aku kekasihku, tapi aku berjanji… mulai detik ini aku tidak akan lagi menghambat rasa sayang itu untuk berkembang dalam ruang-ruang hatiku.

Advertisements

aku ingin membahagiakanmu…

saat ini, di luar sana hujan turun dengan derasnya,,, sama halnya dengan derasnya linangan airmataku yg berlinang di pipiku… hatiku benar2 berbahasa… dia mengutarakan kata2nya dengan menitikkan setetes demi setetes air yang diproduksi oleh karena adanya proses lakrimasi tersebut…
kenapa kamu begitu mencintaiku…??? mengapa kamu tidak pernah mengingat rasa sakit yg pernah ku buat dulu padamu??? mengapa kamu begitu tabah menjalani hidup bersama2 denganku???

apa yg harus aku lakukan agar aku bisa membuatmu bahagia??? adakah sesuatu yg dapat ku berikan untuk membalas smua yg sudah kamu lakukan padaku???

potongan ingatan dalam otakku tiba2 mengarah kepada suatu kejadian…. saat itu langit hampir ditinggalkan sang bola panas berwarna jeruk… saat aku sedang duduk di dekatmu, di ruangan yg sangat luas namun hanya ada aku dan kamu… di situ aku merasa bgitu sangat dekat denganmu… aku bahkan sengaja membuat jarak antara aku dan kamu tak terlihat sama skali… kita duduk bgitu rapat… bahkan kita sangat akrab! kamu merangkaikan kata demi kata menjadi cerita yg membuat aku tersenyum atau bahkan terenyuh saat mendengarnya….

waktu mulai menunjukkan kuasanya… bintang2 dan bulan pun mulai menghias suatu masa, di mana sebuah tempat sedang berada pada posisi yang tidak berhadapan dengan matahari, dan oleh karenanya kawanan bintang2 itu pun seolah sedang menari bagi sang bulan yg menghadiri tempat itu…

saat itu kami masih tetap duduk berhadapan… kami berusaha untuk membuat detik demi detik yg habis ditelan sang penguasa waktu tidak berlalu bgitu saja… kami terus melanjutkan percakapan kami… tiba2 saja aku menggenggam tangannya, tangannya sangat hangat dan rasanya aku tak ingin melepasnya… dengan menggenggam tangannya aku mengucapkan satu kalimat yg sampai detik ini masih ku ingat… aku mengatakan padanya bahwa “aku akan membahagiakanmu…”

tp aku begitu terkejut saat dia langsung mengungkapkan suatu kalimat yg menurutku sangat halus namun begitu menusuk seluruh titik2 pembuluh darahku… dia mengatakan “aku sudah cukup bahagia, jd kau tak perlu mengatakan hal itu…” sontak aku langsung melepas tangannya dan aku langsung memeluk tubuhnya yg pernah kuhuni…

dengan sebuah lantunan lagu yg sering kali dia nyanyikan padaku.. dia memelukku dengan eratnya… emosiku pecah… airmataku pun tumpah ruah… aku tak sanggup lagi menahannya… aku terus mengatakan padanya… “aku akan membahagiakanmu… sampai kapanpun aku akan berusaha membahagiakanmu…” entah kenapa rasanya aku ingin sekali membahagiakannya??? yg aku tau… dia memang pantas menerima kebahagiaan itu…!!!

tp mengapa dia malah mengatakan kalau dia sudah cukup bahagia??? mengapa???

padahal sedikitpun aku belum pernah membuatnya bahagia…

yg aku ingat, aku hanya pernah membuatnya merasakan sakit, sedih, kecewa, dll…
tp kenapa malah dia mengatakan hal palsu itu??? apa dia benar2 bahagia? atau dia hanya ingin membuatku legah krn tau bahwa slama ini dia bahagia???

maafkan aku…
mungkin aku terlihat sangat menolak smua itu, tp krn itulah yg kurasakan…
“AKU BELUM PERNAH MEMBUATMU BAHAGIA”…..
untuk itu, dari seluruh kerapuhanku ini dan juga dari seluruh kekuatanku, aku akan berusaha untuk membuatmu bahagia…. aku berjanji akan membuatmu bahagia…!!! mungkin bukan sekarang… tp di dalam doa2ku.. aku selalu meminta pada yg Kuasa utk selalu menjagamu, menjagamu dari segala kelelahan yg kau alami, menjagamu dari sang waktu yg telah bergulir, menjagamu dari segala hal yg mencoba merebutmu dari ku… agar waktu aku kembali padamu… aku bisa membahagiakanmu…

yaa… agar aku bisa membahagiakanmu….!!!!

Tuhan…. jagailah dia…. krn dia adalah wanita yg pantas aku bahagiakan,,,,

Love you Mom…!!!!